LENSAKITA.ID-KENDARI. Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE turut hadir dan mendampingi kunjungan kerja (Kunker) Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (06/08/2025).
Langka tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pendidikan rakyat sebagai pondasi pembangunan bangsa.
Dalam kunker Menteri Ekraf di SRMP 25 Kendari, selain didampingi Sekretaris Menteri Dessy Ruhati dan Kepala Biro HSDMO Moch. Nurul Huda., juga turut hadir Wakil Gubernur Sultra Hugua, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding serta pejabat pemerintah setempat lainnya.
Dalam Kunker tersebut, Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menekankan peran ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pertumbuhan nasional. Sebab menurutnya, masa depan ekonomi bangsa ini, ada di tangan generasi muda yang kreatif.
“Dunia kreatif begitu luas, mulai film, musik, kuliner, gim, hingga desain. Dan yang menjadi tugas kita adalah menyiapkan anak-anak agar percaya diri, disiplin, dan terbuka terhadap peluang baru,” ungkapnya.
sementara itu Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding juga dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa, makna sekolah rakyat Bukan hanya tempat belajar, tetapi juga merupakan pusat pemberdayaan masyarakat. Mengajarkan ilmu, keterampilan hidup, dan nilai kearifan lokal.
Sedangkan tujuan dari Program tersebut, menurut H. Jumarding, bertujuan untuk memuliakan keluarga miskin dengan pendidikan gratis dan berkualitas. Serta dapat memberdayakan wong cilik agar berdaya saing dan mampu mandiri secara ekonomi.
“Untuk strategi Implementasi tentu dengan dukungan anggaran pemerintah pusat dan daerah. Kemitraan dengan komunitas, LSM, dunia usaha, dan perguruan tinggi, digitalisasi pendidikan dan pelatihan keterampilan berbasis teknologi tepat guna,” ucapnya.
Sedangkan untuk dampak yang diharapkan yakni, pengurangan angka putus sekolah, dan dapat meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga miskin. Sehingga Kebangkitan masyarakat kurang mampu dapat menjadi sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi rakyat.
“Tentu ini merupakan ajakan bergotong royong untuk mendukung sekolah Rakyat. Agar
harapan pendidikan menjadi jembatan menuju kesejahteraan generasi muda bangsa,” tutupnya.
Laporan : Akbar Liambo




















