LENSAKITA.ID-KOLAKA UTARA. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Kolaka Utara melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) V, kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu hotel yang ada di Kecamatan, Sabtu (31/12/2026).
Kegiatan Musda yang mengusung lambang pohon beringin ini dibuka oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Uking Djasa. Ia menyampaikan bahwa sedianya kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara, Nurdin Darwin.
Namun, karena harus menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta bersama seluruh kepala daerah kader Golkar dan jajaran partai se-Indonesia, Nurdin Darwin tidak dapat hadir dan menitipkan permohonan maaf kepada masyarakat Kolaka Utara.
Dalam sambutannya, H. Uking Djasa menjelaskan bahwa Musda V memiliki tiga agenda utama, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2019–2025, penyusunan serta penetapan program kerja ke depan, dan pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kolaka Utara periode 2026–2031.
Terkait pencalonan ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kolaka Utara untuk masa periode 2026-2031, ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat beredar informasi adanya sembilan nama yang akan maju. Namun berdasarkan keterangan Steering Committee, hingga batas akhir pendaftaran hanya satu kandidat yang resmi mendaftar, yakni Abu Muslim yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kolaka Utara.
“Mengenai pesan kepada calon ketua terpilih, harapan kami sederhana namun penting. Dalam 20 tahun terakhir, Partai Golkar di Kolaka Utara pernah berjaya, bahkan meraih kursi terbanyak dan menduduki posisi Ketua DPRD serta Wakil Ketua DPRD. Ke depan, kami berharap kejayaan itu dapat kembali diraih. Minimal dari tiga daerah pemilihan, masing-masing terisi satu kursi. Artinya target minimal kami adalah tiga kursi DPRD,” ucap Uking Djasa.
Ia menegaskan bahwa pertarungan politik yang sesungguhnya berada pada Pemilihan Legislatif (Pileg). Jika Golkar mampu meraih kursi terbanyak, maka partai akan percaya diri mengusung calon kepala daerah dan membuka peluang koalisi. Namun jika belum memungkinkan, Golkar siap membangun koalisi dengan partai lain. Karena itu, fokus utama partai adalah memperkuat basis Pileg.
DPD Partai Golkar kabupaten juga didorong untuk bekerja maksimal. Ketua DPD Provinsi disebut akan rutin turun ke daerah setiap dua bulan untuk memantau perkembangan. Targetnya, pada akhir 2026 sudah terbentuk 200 persen bakal calon legislatif dari kuota yang tersedia, untuk kemudian disaring menjadi 100 persen pada 2027 sesuai kebutuhan pencalonan.
Strategi yang ditempuh meliputi pendekatan kepada masyarakat guna membangun dukungan politik, serta pendekatan finansial untuk memastikan kesiapan logistik politik. Target minimal tetap tiga kursi DPRD dengan harapan seluruh daerah pemilihan terisi.
Terkait isu kemungkinan pemilihan kepala daerah melalui DPRD, Uking Djasa menegaskan bahwa hal tersebut merupakan sikap resmi Partai Golkar secara nasional, sebagai instruksi dari tingkat pusat yang diturunkan hingga ke daerah.
Sementara itu, calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kolaka Utara, Abu Muslim, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan partai di daerah.
Ia menyebut apa yang disampaikan oleh Ketua DPD Provinsi merupakan penegasan komitmen untuk menghadirkan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Setiap dua hingga tiga bulan, DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara akan melaksanakan kegiatan melalui koordinator wilayah, termasuk program bantuan sembako dan kegiatan sosial lainnya.
“Bagi kami di DPD kabupaten, ini sangat membantu. Kami bisa langsung turun membawa program tersebut sehingga kehadiran Partai Golkar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Terkait target politik hingga 2029, Abu Muslim menyatakan optimistis Golkar dapat maju secara mandiri. Menurutnya, telah terbangun komitmen bersama antara DPD provinsi dan kabupaten untuk membesarkan Partai Golkar di Sulawesi Tenggara, termasuk di Kolaka Utara.
“Dengan kerja terstruktur, konsolidasi rutin, serta program yang langsung menyentuh masyarakat, kami yakin Partai Golkar akan semakin kuat dan mampu bersaing secara mandiri ke depan,” tutupnya.
Laporan : M. Zulkipli




















